Gereja Katolik Santo Pius X Karanganyar Tuntang
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berikut ini sejarah singkat Stasi St. Pius Karanganyar, Tuntang yang diambil dari berbagai sumber:


1.    Tahun 1935 – 1938


Di desa Karanganyar dan di desa Njlumpang Kec. Bringin telah berkembang agama Katolik yang dibimbing oleh Romo JJ Ten Terge SJ. dan dibantu oleh seorang Katekis yakni Bapak Purwoatmodjo. Tempat kegiatan ini di rumah Bp. P. Mardjuki, dusun Ngagrong Desa Karanganyar yang diikuti oleh 32 orang dalam 10 Keluaraga.


2.    Tahun 1938 – 1945


Pada tahun 1939 Yayasan Papa Miskin di Bedono membeli sebidang tanah beserta rumahnya di desa Karanganyar maupun di desa Njlumpang. Sejak saat itu kegiatan – kegiatan keagamaan diadakan di tempat tersebut. Di rumah itu juga dibuka Sekolah Rakyat Kanisius yang diajar oleh guru – guru yayasan dan juga guru – guru subsidi. Sekolah ini bertahan sampai tahun ajaran 1957 / 1958. Akhirnya sekolah ini dilimpahkan ke SR negeri sampai saat ini. Pada saat itu misa Kudus diadakan sebulan sekali oleh Romo dari Ambarawa, sedangkan pelajaran agama setiap minggu oleh guru agama dari Sekolah Kanisius tadi.


3.    Tahun 1945 – 1965


Mulai tahun 1946 sampai saat ini, Umat di wilayah Santo Pius X, Karanganyar ini diasuh oleh Romo Paroki dari Salatiga. Misa kudus diadakan sebulan sekali sedangkan pelajaran agama diadakan seminggu sekali, dan sebagai pengasuhnya adalah Bp. S. Darmoatmojo dan YW. Mardi Sudarmo di lingkungan Karanganyar dan Bp. FX Soedjarwo di desa lain.


4.    Tahun 1965 – 1972


Pada tahun 1966 dibentuklah sebuah organisasi yang bertugas mengurus perkembangan gereja yang disebut dewan stasi, dengan nama pelindung Santo Pius X. Dewan Stasi ini bekerja di bawah bimbingan Dewan Paroki Salatiga. Dalam periode inilah Pengurus Dewan Stasi berhasil membangun sebuah kapel yang sampai saat ini masih dimanfaatkan sebagai tempat kegiatana upacara keagamaan. Sejak saat itu sampai sekarang Kapel tersebut telah mengalami renovasi sebanyak 3 kali. Pada saat itu Kapel tersebut difungsikan untuk berbagai macam kegiatan antara lain ruang pertemuan, pelajaran agama, sekolah minggu, dan lain sebagainya. Pada saat itu Ekaristi masih diselenggarakan sebulan sekali oleh Romo Paroki dari Salatiga. Selain itu juga ada Ibadat sabda yang diadakan di masing – masing blok / lingkungan. Pelajaran agama dilaksanakan seminggu sekali di lingkungan masing – masing. Pada saat itu, tercatat delapan lingkungan sebagai berikut.


a. Lingkungan Karanganyar, dengan pengemban sabda Bp, Sumantono

b. Lingkungan Lendoh, dengan pengemban sabda Bp. HY Semi Widodo

c. Lingkungan Demungan, dengan pengemban sabda St. Marto Suwignyo

d. Lingkungan Tlogo dengan pengemban sabda A. Kamdi Wahyono

e. Lingkungan Banyuurip dengan pengemban sabda Al. Sadiyanto

f.  Lingkungan Tlompakan dengan pengemban sabda X. Soedjarwa

g. Lingkungan Sombron dengan pengemban sabda Ig .Sugiman

h. Lingkungan Karanglo dengan pengemban sabda FX. Soedjarwo

i. Lingkungan Ngagrong dengan pengemban sabda Y. Mardi Sudarmo


5.    Tahun 1972 – 1991


Pada tahun 1972 didirikan sebuah gereja baru di dusun Karanglo desa Bringin dengan pelindung St. Ludovicus. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi diatur dengan jadwal sebagai berikut :


Minggu ke 1 dan ke 3 di Gereja Karanganyar

Minggu ke 2 dan ke 4 di Gereja Karanglo


Bila dalam satu bulan ada minggu kelima, maka diselenggarakan ibadat sabda oleh prodiakon. Di stasi St. Pius X ada tiga Prodiakon yakni Bp. CB Moegiyono, YRY. Joko Proyono dan YW Mardi Sudarmo.


6.    Tahun 1992 – 1997


Pada tahun 1992 jumlah umat sudah lebih dari 1000 orang. Oleh sebab itu diadakan pemekaran stasi dengan stasi yang baru yaitu Stasi St. Ludovicus Karanglo. Stasi ini membawahi lima kring yaitu :


a. Kring Karanglo

b. Kring Getas

c. Kring Sendang

d. Kring Sombron

e. Kring Banyu Urip


7.    Tahun 1997 – 2002


Pada akhir Desember 1999, Ketua Dewan stasi berganti dari Bp. YRY Joko Priyono kepada Bp. HY Semi Widodo. Di Stasi Kranganyar sendiri pada tahun 2002 itu tercatat ada 600 warga Katolik yang berada dalam 192 KK. Stasi ini membawahi 5 lingkungan yaitu:


1. Lingkungan Angelus Karanganyar, 148 orang warga Katolik dengan Ketua lingkugan saat itu Bp. Tri Budi Setyono.

2. Lingkungan Mikael Demungan, 119 orang warga Katolik dengan Ketua lingkungan Bp. Puji Slamet.

3. Lingkungan Theresia Lendoh, 135 orang warga Ktolik, dengan Ketua lingkungan Bp. Bambang Hari Wahyudi.

4. Lingkungan Petrus Ngagrong, 130 orang warga Katolik dengan Ketua lingkungan Bp. Juriyanto.

5. Gentan, Plakaran, Bendosar, 25 orang warga Katolik.

6. Lingkungan Gisela Tlogo, 43 orang warga Katolik dengan Ketua Lingkungan Bp. RC Hermanto.


Tahun 1965 – 1972 di daerah Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, didirikan bangunan kapel (saat ini gereja wilayah Karanganyar, Tuntang) dimana sebulan sekali diselenggarakan perayaan Ekaristi dilayani Romo paroki dari Salatiga. Pada September 1987, Romo FX. Marto Wiryono, MSF. meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung pertemuan di Desa Tlompakan, Kab. Semarang dan diberkati pada tanggal 11 September 2003 oleh Romo FA. Suryo Sunaryo, MSF. selaku Romo Paroki saat itu.


Gereja Katolik St. Pius X Karanganyar Tuntang adalah sebuah gereja kecil yang berdiri megah di ruas Jalan Raya Tuntang – Bringin, tepatnya di Km. 6 Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Gereja St. Pius X Karanganyar Tuntang baru saja ditingkatkan statusnya menjadi Stasi pada tanggal 22 November 2020 dalam sebuah Ekaristi Kudus bertepatan dengan Hari Raya Tuhan Kita Kristus Raja Semesta Alam. Dalam kesempatan ini sekaligus juga dilakukan Peresmian Stasi St. Pius X Karanganyar Tuntang oleh Romo Vikaris Episkopal Keuskupan Agung Semarang, Rm. FX Sugiyana, Pr.


Penetapan Gereja Wilayah St. Pius X Karanganyar Tuntang dibuat berdasarkan Surat Keputusan Uskup Keuskupan Agung Semarang Nomor.1006/B/1/B-141/2020 tentang “SURAT KEPUTUSAN PENDIRIAN STASI” yang ditandatangani oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr., pada tanggal 29 September 2020 dan berlaku terhitung mulai tanggal 21 November 2020. Dasar Surat Keputusan Pendirian Stasi tersebut diterbitkan berdasarkan Usulan Ketua Dewan Pastoral Paroki St. Paulus Miki Salatiga Nomor.01/DP-GPM-7/2019 tentang “Permohonan Peningkatan Status Wilayah St. Pius X Karanganyar menjadi Stasi” tertanggal 17 Juli 2019. Dalam kesempatan yang sama dikukuhkan pula Pengurus Dewan Pastoral Stasi St. Pius X Karanganyar Tuntang masa pelayanan November 2020 s/d Desember 2022 melalui Surat Keputusan Pastor Paroki St. Paulus Miki Salatiga Nomor.50/GPM/XI-2020.